Kamis, 30 Juni 2016

Information Security Management System (ISMS)

ISMS adalah sebuah sistem keamanan yang melindungi berbagai informasi dalam aspek integritas, kerahasiaan, dan ketersediaannya. ISMS dapat menjaga agar pengambilan informasi yang dimiliki oleh suatu lembaga tidak disalah gunakan oleh pihak yang ingin melakukan penyalahgunaan. ISMS berguna untuk melindungi asset informasi dari gangguan keamanan.


Konsep utama ISMS untuk sebuah organisasi adalah membuat suatu rancangan kemudian mengimplementasikan rancangan tersebut serta menjaga agar suatu rangkaian proses dan sistem secara efektif dan efisien, dan juga mengelola sebuah keamanan informasi dan menjamin kerahasiaan, integritas dan ketersediaan aset-aset informasi serta untuk meminimalisir segala risiko keamanan informasi.

Standar ISO/IEC 27001:2005 merupakan sebuah proses dari mengaplikasikan kontrol manajemen keamanan dalam sebuah organisasi yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan servis keamanan agar meminimalisir resiko aset dan memastikan kelangsungan bisnis. Servis keamanan utama yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
  1. Information Confidentiality  (Kerahasiaan Informasi)
  2. Information Integrity (Integritas Informasi)
  3. Service Availability (Ketersediaan servis)

Manajemen Keamanan Informasi ini mempunyai 3 bagian kunci dalam  menyediakan jaminan layanan keamanan informasi, diantaranya :

1. Kerahasiaan
Untuk memastikan agar sebuah informasi dapat diakses hanya untuk mereka yang mempunyai hak untuk mempunyai akses.
2. Integritas
Untuk melindungi suatu kelengkapan serta ketelitian suatu informasi  dan juga memproses metoda.
3. Ketersediaan
Memastikan bahwa para penggunanya mempunyai hak akses kedalam informasi dan berhubungan dengan aset ketika dibutuhkan.

Manfaat :
Manfaat yang akan di dapatkan dari Information Security Management System (ISMS), yaitu :

  • ISO 27001 menuntut Anda agar dapat terus meningkatkan keamanan informasi dalam perusahaan Anda. Hal ini membuat Anda dapat lebih menentukan jumlah keamanan yang tepat dibutuhkan di perusahaan anda. Sumber daya yang dihabiskan dalam jumlah yang tepat.
  • Memberikan keyakinan atau jaminan untuk klien maupun mitra dagang, bahwa perusahaan yang dikelola memiliki sebuah manajemen keamanan informasi yang baik dan sesuai dengan standar internasional. Selain itu, ISO 27001 dapat digunakan pula untuk mempromosikan perusahaan.
  • Memastikan agar organisasi memiliki kontrol dalam hal keamanan informasi terhadap lingkungan bisnis, pada prosesnya yang mungkin akan menimbulkan resiko atau gangguan.
  • Operasional organisasi atau perusahaan dapat berjalan dengan baik karena tugas, tanggung jawab serta proses bisnis terdefinisi dengan jelas.
  • Membantu organisasi dalam menjalankan sebuah perubahan-perubahan yang baik serta berkesinambungan dalam pengelolaan keamanan informasi.

SDLC

SDLC merupakan cara dalam pekerjaan yg dilakukan analis sistem maupun programmer dalam membangun sistem informasi. Selain itu pengertian lainnya adalah model konseptual yang dipergunakan didalam manajemen proyek untuk menggambarkan langkah-langkah yang terlibat dalam proyek pengembangan SI ( sistem informasi), dari sebuah studi kelayakan awal kemudian melalui pemeliharaan aplikasi selesai.


Uraian berikut secara singkat menjelaskan masing2 tujuh fase SDLC : 

  1. Konseptual Perencanaan. Tahap ini adalah langkah awal dari setiap sistem. Hal ini merupakan kebutuhan untuk mendapatkan sistem diidentifikasi selama tahap ini, kelayakan dan biaya yang dinilai, risiko dan berbagai perencanaan pendekatan didefinisikan. Peran serta juga tanggungjawab untuk Asset Manager, Perwakilan Sponsor, SDA (Sistem Agen Pembangunan), SSA (Sistem Dukungan Agen), dan pihak2 lainya dalam kebijakan SDLC yang dipilih selama tahapan ini perta diperbaharui selama siklus hidup sistem.
  2. Perencanaan dan Definisi Persyaratan. Di tahap ini di mulai setelah proyek sudah ditetapkan dan telah dilakukan sumber daya yang tepat. Bagian pertama dari fase ini akan melibatkan pengumpulan, mendefinisikan serta validasi fungsional, dukungan dan juga syarat2 pelatihan. Bagian yang kedua merupakan mengembangkan rencana awal manajemen siklus hidup, manajemen projek, Manajemen Konfigurasi (CM), perencanaan projek, dukungan, operasi, serta manajemen pelatihan.
  3. Pada tahap ini fungsional, dukungan serta persyaratan pelatihan dijabarkan kedalam desain paling awal serta yang paling lengkap/rinci. Keputusan ini dibuat untuk mengatasi bagaimana  sistem memenuhi persyaratan fungsional. Awal desain sistem, mengusahakan sebuah fitur fungsional dari sistem, diproduksi sebagai panduan-nya. Kemudian desain system akhir diproduksi yg memperluas desain dengan cara  menentukan semua detail teknis yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem.
  4. Pengembangan dan Pengujian Di tahap ini, sistem yang dikembangkan/diperoleh berdasarkan spesifikasi. Sistem ini di-validasi menggunakan/melalui urutan unit, integrasi, kinerja, sistem, serta pengujian penerimaan. Tujuannya adalah untuk memastikan agar sistem dapat berfungsi seperti yang diharapkan serta persyaratan yang mensponsori itu mendapatkan kepuasan. Semua komponen sistem, aplikasi,  prosedur, komunikasi, serta dokumentasi terkait yang eveloped atau diperoleh, diuji, serta diintegrasikan. Dalam tahap ini dibutuhkan partisipasi dari pengguna yang kuat untuk mem-verifikasi pengujian menyeluruh dari semua persyaratan untuk memenuhi kebutuhan bisnis.
  5. Implementasi Di tahap ini, sistem baru dipasang dalam lingkungan produksi, data dikonversi, pengguna dilatih, sistem di-serahkan kepada sponsor, serta proses bisnis yang di-evaluasi. Tahap ini mencakup usaha yang diperlukan untuk melaksanakan, menyelesaikan suatu masalah sistem yang di-identifikasi selama proses pelaksanaan, dan rencana untuk memelihara kelestarian.
  6. Operasi dan Pemeliharaan Di tahap ini menjadi operasional selama fase ini. Penekanan selama tahap ini untuk memastikan agar kebutuhan sponsor untuk terus di lengkapi serta sistem terus melakukan sesuai dengan spesifikasi. Secara rutin perangkat keras serta pemeliharaan perangkat lunak (software) serta upgrade (pembaruan) dilakukan agar memastikan operasi sistem dapat berjalan dengan efektif. Pelatihan untuk pengguna berlanjut selama tahap ini berlangsung sesuai kebutuhan agar mengenalkan kepada pengguna baru sistem atau fitur2 baru untuk user saat ini. Untuk dukungan user/pengguna tambahan akan disediakan, sebagai aktivitas yg sedang ber-langsung, untuk membantu dalam menyelesaikan masalah yg sedang di selesaikan.
  7. Disposisi Di tahap ini adalah akhir dari suatu siklus hidup sistem. menyediakan sebuah penghentian sistem agar untuk memastikan informasi penting yg di simpan untuk akses masa depan yg potensial. Ketika sistem ditempatkan dalam Tahap Disposisi, sudah dinyatakan surplus usang serta telah di jadwalkan untuk segera shutdown. Fase ini untuk menentukan bahwa sistem (misal, peralatan, perangkat lunak, suku cadang data, prosedur, serta dokumentasi) sesuai dengan peraturan dan juga persyaratan yang tepat.

Studi Kasus Kualitas Pelayanan dan Sistem Informasi yang diterapkan pada PT Jamsostek

Studi kasus yang digunakan adalah hasil penelitian pada kantor cabang PT Jamsostek (Persero) di Semarang.Pengumpulan data yang dilaksanakan dari tanggal 1 April 2010-12 Mei 2010 dan dilakukan dengan pengiriman mail questioner ke 121 kantor cabang PT  Jamsostek (Persero) se-Indonesia dengan jumlah kuesioner yang di sebar sebanyak 1210.Analisis data yang dilakukan yaitu uji validitas dan uji reliabilitas yang kemudian disimpulkan dengan menggunakan Uji T dan nilai koefisien yang berfungsi untuk mengetahui korelasi antara suatu factor dengan factor lainnya.
Setelah dilakukan analisis data,dilakukan pengkajian dengan berpatokan pada model kesuksesan system yang dikembangkan oleh Delone dan Mclean (1992) untuk mengetahui sistem informasi yang dimiliki oleh PT Jamsostek ini. Model ini merupakan model yang sederhana namun menjadi suatu model yang dapat menjadi acuan untuk membuat sistem informasi dapat diterapkan secara sukses di organisasi. Model yang diusulkan ini dari enam pengukuran kesuksesan sistem informasi, terdiri dari :
  • Kualitas sistem (sistem quality)
  • Kualitas informasi (information quality)
  • Penggunaan (use) atau kualitas pelayanan (service quality)
  • Kepuasan pemakai (user satisfaction)
  • Dampak individual (individual impact)
  • Dampak organisasi (organization impact)
Dan ternyata di PTJamsostek ini sudah diberlakukan Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT) Online.
Berikut ini adalah beberapa tabel hasil analisis data yang telah dilakukan 
*Tabel 1 Hasil Uji T

 *Tabel 2 Nilai Koefisien Jalur

Dari studi kasus ini bisa disimpulkan bahwa kualitas dari suatu sistem itu sangat mempengaruhi dan penting karena menyangkut pelayanan dan kepuasan yang diberikan kepada pengguna. Jika kualitas sistem dibuat sebaik mungkin maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasaan pengguna. Kualitas suatu sistem dapat dikatakan baik apabila mempunyai beberapa ciri ciri seperti bisa diandalkan, bisa diakses langsung dan mudah penggunaannya sehingga pengguna tidak kesulitan dan tentu lebih efektif. 
Diberlakukannya Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT) online di PT Jamsostek, dalam perusahaan tersebut kualitas sistem infomasi menjadi lebih baik dan efisien. Dapat lihat dari hasil uji T pada kepuasaan pengguna dan kualitas sistem yang menunjukkan hasil yang meningkat signifikan pada level 99% (Tabel 1) dan nilai koefisien jalur yang berkorelasi positif pada Tabel 2. Sejak digunakannya SIPT di PT Jamsostek membuat pekerjaan menjadi lebih akurat , efiktif dan berkualitas. Sistem dibuat menjadi lebih baik sehingga pengguna dapat lebih mudah dalam menggunakannya. Pegawai di PT Jamsostek juga memberi respon positif sejak digunakannya sistem tersebut. Terjadi pengaruh yang signifikan dalam kualitas sistem serta kepuasaan pengguna.
Dilihat dari hasil uji T mengyangkut pengaruh dan dampak Sistem Informasi Pelayanan Terpadu online ini, menciptakan hasil yang signifikan di level 95% dan jalur yang berkorelasi positif. Dari hasil ini menunjukkan kepuasaan pengguna meningkat signifikan sehingga menyebabkan kepercayaan pengguna terhadap perusahaan Jamsostek menjadi lebih baik.
Kepuasaan pengguna merupakan salah satu hal penting dan utama dalam memperlihatkan kesuksesan sebuah sistem informasi yang dibuat. SIPT online dari Perusahaan Jamsostek dipengaruhi beberapa hal yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas eplayanan dan kepuasan pengguna. Dengan adanya SIPT online di PT jamsostek diharapkan dapat terus berkembang dengan menjadi lebih baik lagi sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan sistem informasi kepada pengguna

Sabtu, 16 April 2016

pengertian,kelebihan dan kekurangan dari Six Sigma dan TQM

Pengertian Six Sigma...

Six Sigma yaitu salah satu konsep atau metode untuk meningkatkan kinerja membangun keunggulan dalamm presaingan melalui peningkatan prosess bisnis dengan mengurangi atau menghilangkan penyimpangan terhadap prosess bisnis yg ada serta mengurangi cacat dan sumber daya sementara kepuasan konsumen terpenuhi. Konsep Six Sigma diperkenalkann ole Miel Harry dan Richard Scroeder .
Istilah six sigma merujuk pada sebuah program TQM dengan kemampuan proses yang sangat tinggi (mencapai keakuratan 99%). Istilah six sigma ini dipopulerkan oleh Motorola, Honeywell, dan General Electric.

Penggunaan Six Sigma sebagai Sistem Manajemen akan membantu organisasi dalam memahami dan mendapatkan solusi yang berdasarkan akar permasalahan.
Namun tetapi, pada kenyataannya menerapkannya belum bisa menjamin sebuah  organisasi untuk mencapai peningkatan kinerja yang tinggi.
Untuk itu, six sigma bisa dipakai juga sebagai praktek sistem manajemen yang fokusnya pada empat area:
§  Memahami siapa pelanggan dan kebutuhan pelanggannya
§  Menyeleraskan strategi dan proses-proses inti dalam memenuhi kebutuhan tersebut
§  Menggunakan analisa data untuk memahami masalah
§  Infrastruktur yang kuat, untuk menjamin jalannya aktivitas berjalan dengan lancar

APA ITU TQM ?
Total Managementt System atau disingkat dengam TQM adala suatu sistem  manajemen kualitas yang fokusnya kepada Pelanggan dengan melibatkan semua level karyawam dalan melakukan peningkatan atau perbaikan yang secara terus-menerus atau berkesinambungan. Total Quality Managemen atau TQM ini menggunakam strategi, data dan komunikasi yang efektif ke dalam kegiatan-kegiatan perusahaan. Singkatnya, Total Quality Management (TQM) adalah pendekatam manajement untuk mencapai keberhasilam jangka panjang melibatkan Kepuasan Pelanggan
Dalam TQM (Total Quality Management), semua anggota  organisasi atau karyawan perusahaan harus aktif dalam melakukan peningkatan proses, produk, layanan dimana mereka bekerja sehingga menghasilkan kualitas yang terbaik dalam produk dan layanan yang pada akhirnya dapat mencapai tujuan kepuasan pelanggan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SIX SIGMA
KELEBIHAN SIX SIGMA
1.        Six Sigma dapat diterapkan di bidang usaha apa aja mulai dari rencana  strategi sampai operasional hingga pelayanan pelanggan dilakukan secara maksimal
2.        Six Sigma sangat berpotensi dalam bidang jasa atau non manufaktur, misalnya seperti bidang manajemen, keuangan, pelayanan pelanggan, pemasaran, teknologi informasi dan sebagainya.
3.        Dengan Six Sigma dapat lebih memahami sistem dan dapat memonitor dimana letak kesalahannya.
4.        Six Sigma sifatnya tidak statis. Bila kebutuhan pelanggan berubah, kinerja sigma juga akan berubah.
Selain itu, Six Sigma juga memiliki keuntungan dalam :
•    Pengurangan biaya
•       Perbaikan produktivitas
•       Pertumbuhan pangsa pasar
•       Pengurangan cacat
•       Pengembangan produk / jasa


KEKURANGAN SIX SIGMA
Biaya pelatihan
Untuk memberi pelatihan kepada sejumlah orang atau beberapa orang membutuhkan biaya yang besar dan hanya perusahaan besar saja yang mampu membiayai program Six Sigma ini.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TQM (Total Quality Management)
Kelebihan TQM
a.         TQM tidak mempercayakan semata-mata pada perintah atasan yang memerintah. Oleh  karena  itu,  TQM  adalah  penting  untuk  menetapkan  kerjasama  di dalam  organisasi.
b.        Penerapan TQM merupakan suatu konsep yang menjawab kebutuhan masyarakat saat ini. Sehingga keinginan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
c.         Penerapan TQM merupakan konsep yang mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah untuk membangun bersama mutu pendidikan untuk lebih maju dan berkembang.
Kelemahan TQM
a.    Kualitas sering hanya dijadikan motivasi agar lebih maju, tetapi kenyataannya strategi usaha dan kinerja kurang.
b.    Pada banyak organisasi, apabila pemimpin meninggalkan perusahaannya, kualitas kemudian diabaikan.
c.    Banyak perusahaan yang membuat kualitas  tidak jelas dengan menetapkan tujuan tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut.
d.  Banyak perusahaan yang membuat kualitas lebih kabur atau tidak jelas dengan menetapkan dalam tujuan yang berdampak positif tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaiam tujuam tesebut

e.    TQM merupakam aktivitas yang besifat hanya di dalam departemen di banyak perusahaan. Masing-masing departemen mempunyai kebijakannya sendiri, sehingga tidak mencakup keseluruhan organisasi.

Jumat, 01 April 2016

Manajemen Sistem Informasi

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Pengertian dari SIM/Sistem Informasi Manajemen adalah suatu sistem penting dalam melakukan penyimpanan,pengumpulan, proses, penganalisisan data, sampai penyebaran mengenai data tersebut.  informasi dalam sebuah perusahaan yang sangatlah penting untuk mendukung perkembangan suatu perusahaan, bila kurang mendapatkan informasi, bisa dalam waktu tertentu perusahaan bisa mengalami ketidakmampuan meng kontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, lalu pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.

Peranan dan fungsi manajemen sistem informasi

1. Mendukungn Bisnis Operasi .
Untuk dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi men sajikan dukungan untuk manajemen dalam operasi ato kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat, maka kemampuan Sistem Informasi untuk bisa mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keseluruhan fungsi bisnis menjadi penting/kiritis.

2. Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial.
Sistem informasi bisa disatukan/digabungkan informasi agar membantu manager menjalankan menjalankan bisnis yang lebih baik, informasi yang sama bisa membantu para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengkoreksi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi bisa membantu para manajer untuk membuat suatu keputusan yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih bermakna.

3. Mendukung Keunggulan dari Strategis.
Sistem informasi yang di desain untuk membantu pencapaian sasaran strategis    perusahaan dapat menciptakan keunggulanuntuk bersaing di pasar.
Penjelasan lebih men detail mengenai keutamaan fungsi sistem informasi dalam suatu organisasi akan diberitahukan pada bagian klasifikasi sistem informasi,
Klasifikasi Sistem Informasi
Pada prakteknya, terdapat berbagai peranan tersebut diintegrasi menjadi suatu gabungan atau fungsi-silang (cross-functional) sistem informasi yang menjalankan berbagai fungsi



Manfaat Sistem Informasi Manajemen
Manfaat sistem informasi manajemen. SIM dapat membatu organisasi untuk :
1. Meningkatkan Operasional yang Efisien
Investasi di dalam teknologi sistem informasi bisa menolong operasi perusahaan jadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat organisasi bisa menjalankan strategi biaya low-cost leadership.
Dengan memberikan investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat memberikan rintangan untuk menduduki industri tersebut  dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikan atau mengunci konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
2. Memperkenalkan Inovasi Dalam Bisnis
Penggunaan ATM.  dalam perbankan merupakan contoh yang dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar bisa memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung dalam beberapa tahun.
3. Membangun Sumber-Sumber Informasi yang Strategis
Teknologi sistem informasi menjadikan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapatkan kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini untuki memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users.

Kamis, 22 Oktober 2015

Tugas Kelompok TOU

Nama Kelompok:
-Afif Mustikawati (10114386) -Favian R.A (14114087)
-Fahmi Dirgantara (13114777)
-Eko Prakoso (13114465)
Nama Mata Kuliah: Teori Organisasi Umum 2#
Materi: *PERTEMUAN 1/2
-Pengertian dan Arti Penting Komunikasi
-Jenis dan Proses Komunikasi
-Komunikasi Efektif
-Implikasi Manajerial


*PERTEMUAN 3/4
-Pengertian dan karakteristik kelompok
-Tahapan Pembentukan Kelompok
-Kekuatan Team Work
-Implikasi Manajerial

 PERTEMUAN 1/2

Pengertian dan Arti Penting Komunikasi
 
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.Melalui komunikasi,sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak yang lain.



Jenis dan Proses komunikasi
Berikut beberapa penjelasan tentang jenis-jenis komunikasi
 1.Komunikasi intrapribadi Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnya berpikir.

 2. Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159).

3. Komunikasi antarpribadi   Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu, misalnya suami-istri, dua sejawat, guru-murid.

4. Komunikasi kelompok (kecil)   Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok

5. Komunikasi publik   Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal; menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuan menghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif; terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan peristiwa yang direncanakan; dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khusus melakukan fungsi-fungsi tertentu.

FOTO KELOMPOK
6.Komunikasi organisasi   Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.

7.Komunikasi massa   Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas

Proses Komunikasi

Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi termasuk juga suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Melalui komunikasi sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Model proses komunikasi kotemporer yang paling banyak digunakan dikembangkan oleh Shanon,Weaver,dan Schramm.Para peneliti ini berusaha mendeskripsikan proses umum komunikasi yang dapat digunakan untuk setiap situasi.Elemen dasar uang membentuk komunikasi mencakup komunikator,pengkodean,pesan,media perantara,penerima pesan.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
http://www.definisi-pengertian.com/2015/06/jenis-jenis-komunikasi.html
Greenberg,Jerald,Managing Behavior in Organization,Prentice hall,New Jersey,2005
Ivancevich,Jhon M,Perilaku dan Manajemen Organisasi jil 2,Erlangga,Jakarta,2005

KOMUNIKASI EFEKTIF

Komunikasi efektif adalah saling bertukar informasi,ide,kepercayaan,perasaan, dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.Tujuan komunikasi efektif adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberin informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan  oleh pemberi informasi lebih jelas dan lebih lengkap serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi.
Didalam komunikasi efektif ini terdapat unsur-unsur pembangunnya yaitu:
Person:
Pribadi : persepsi tentang yang orang lain,empati,respect dsb.
Skill yang meliputi:
-Menyapa
-Mendengarkan
-Mempergunakan media
Pesan yang meliputi:
Isi pesan : memiliki tujuan,memfasilitasi untuk berkembang.

     Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila komunikasi yang dilakukan dimana:
Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya
Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim





Komunikasi efektif mempunyai 5 hukum yaitu:
Respect
-Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasarann pesan yang disampaikan.
Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hokum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain.

-Empati
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.Salah satu prasyarat utama dala memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dahulu sebelum didengarkan dan dimengerti oleh orang lain.

-Audible
Makna audible: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik.Hukum ini bahwa pesan harus disampaikan melalui media hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan.
Clarity
Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi.Dalam berkomunikasi perlu mengembangkan sikap terbuka sehingga dapat menimbulkan  rasa percaya dari penerima pesan.

-Humble
Hukum kelima dalam membangun komunikasi efektif adalah sikap rendah hati.Sikap ini merupakan unsure yang terkait dengan hukum pertama untuk  membangun rasa menghargai orang lain,biasanya didasari oleh sikap rendah hati.

Sumber:  anik-gurung.tripod.com/id29.html
                                 Retno_ekawaty.staff.gunadarma.ac.id




IMPLIKASI MANAJERIAL

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia,kata implikasi berarti akibat.Kata implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ni alah manajerial atau manajemen. Dalam manajemen ada 2 implikasi yaitu:
Implikasi procedural meliputi tata cara analisis,pilihan representasi,perencanaan kerja dan formulasi kebijakan.
Implikasi kebijakan meliputi sifat substantive,pekiraan ke depan dan perumusan tindakan.

       Teori Managerial Gris,teori ini dikemukakan oleh Robert K.Blake dan Jane S.Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan,yaitu “concem for people” dan “concem for production”.Pada dasarnya teori managerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan  yang didasarkan atas dua aspek tersebut yaitu:

-Improvised artinya pemimpin menggunakan saha paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi

-Country Club artinya kepemimpinan didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan kebutuhn individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.

-Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen.

-Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi.

-Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara ugas dan hubunngan manusiawi yang artinya bahwa kinerja organisasi yang mencukupi melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.

       Dalam teori ini terdapat dua orientasi yang dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan tugas.Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada bawahan.Implikasi teori ini terhadap system komunikasi  organisasi bahwa teori ini memandang peningnya komunikasi dalam kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin.

        Sumber:  -Rivai,Veithzal.(2004).Kepemimpinan dan Perilaku                             Organisasi.Jakarta.Rajawali Pers.
-Robbins,StephenP.(2006).Organizational Behaviour (tenth edition).New Jersey: Prentice Hall Inc.Alih bahasa:Molan,Benyamin. (2006).Perilaku Organisasi (edisi ke-10).Jakarta:Indeks.




PERTEMUAN 3/4

Pengertian Kelompok dan Karakteristik Kelompok
Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama,mengenal satu sama lainnya,dan memandang mereka sebagai bagian dai kelompok tersebut.
Menurut KBBI kelompok adalah
Kumpulan (orang,binatang,dsb)
Antar kumpulan manusia yang merupakan kesatuan beridentitas dengan adai istiadat dan system norma yang mengatur pola-pola interaksi antar manusia itu.
Ada beberapa ahli yang memberikan definisi tentang kelompok antara lain:
Menurut Achmad S.Ruky,Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan antara satu dengan yang lainnya,yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok.( Sumber: http://carapedia.com/pengertian _definisi_kelompokinfo2162.html)
Menurut Muzafer Sherif,Kelompok adalah kesatuan yag terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi social yang cukup intensif dan teratur,sehingga diantara individu itu sudah terdapat pembagian tugas,struktu dan norma-norma tertentu. (Sumber: http://oktavya.wordpress.com/2010/10/01/pengertian kelompok/)

Karakteristik umum kelompok ada dua  yang melekat pada suatu kelompok yaitu norma dan peran.Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang  dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan yang lainnya. Ada tiga kategori norma kelompok yaitu norma social,procedural,dan tugas.Norma sosila mengatur hubungan di antara para anggota kelompok,norma procedural menguraikan degan lebih rinci bagamana kelompok harus beroperasi seperti sebagaimana suatu kelompok harus membuat keputusan
Jalaluddin Rakhmat (2004) meyakini bahwa factor-faktor keefektifan kelompok dapat dilacak pada karakteristik kelompok,yaitu:
Faktor situasional karakteristik kelompok:
Ukuran Kelompok.
Hubungan antar ukuran kelompok dengan prestasi kerja kelompok bergantung pada jenis tugas yang harus diselesaikan oleh kelompok.Tugas kelompok dapat dibedakan 2 macam yaitu tugas koatif dan interaktif.Pada tugas koatif,masing-masing anggota bekerja sejajar dengan yang lain,tetapi tidak berinteraksi.Pada tugas interaktif,anggota kelompok berinteraksi secara terorganisasi untuk menghasilkan suatu produk.
Jaringan komunikasi
Terdapat beberapa tipe jaringan komunikasi,diantaranya adalah sebagai berikut: roda,rantai.lingkaran dan bintang.
Homogenitas kelompok
Kelompok cenderung memiliki kesamaan dalam usia,jenis kelamin dan pandangan-pandangan.Homogenitas tersebut disebabkan dua alasan banyak kelompok cenderung beroperasi dengan cara yang memperkuat kesamaan anggota-anggotanya.
Tindak Komunikasi
Dimana kelompok bertemu,terjadilah pertukaran informasi.Setiap anggota berusaha menyampaikan atau menerima informasi.
Norma Sosial
Norma social merupakan penentu perilaku yang penting.Norma suatu kelompok berbeda dengan kelompok yang lain.Kekuatan norma dalam menentukan perilaku menjadi jelas bila terlalu sering melanggarnya.
Sumber: Buku Social Psychology,Sixth Edition
                 http://www.academia.edu/4626796/Definisi_Kelompok
Pembentukan Kelompok
Tahap-tahap Pembentukan Kelompok:
Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman pada 1965. Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah konsep ini dicetuskan.Teori ini memfokuskan pada cara suatu kelompok menghadapi suatu tugas mulai dari awal pembentukan kelompok hingga proyek selesai. Selanjutnya Tuckman menambahkan tahap kelima yaitu adjourning dan transforming untuk melengkapi teori ini.
Tahap 1 – Forming
Pada tahap ini, kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum bisa saling percaya. Waktu banyak dihabiskan untuk merencanakan, mengumpulkan infomasi dan mendekatkan diri satu sama lain.
Tahap 2 – Storming
Pada tahap ini kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah apa yang harus mereka selesaikan, bagaimana fungsi mereka masing-masing dan model kepemimpinan seperti apa yang dapat mereka terima. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasikan ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai.Tahap storming sangatlah penting untuk perkembangan suatu kelompok. Tahap ini bisa saja menyakitkan bagi anggota kelompok yang menghindari konflik. Anggota kelompok harus memiliki toleransi terhadap perbedaan yang ada.
Tahap 3 – Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Kelompok mulai menemukan haromoni seiring dengan kesepakatan yang mereka buat mengenai aturan-aturan dan nilai-nilai yang digunakan. Pada tahap ini, anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi penting masing-masing anggota untuk kelmpok.

Tahap 4 – Performing
Kelompok pada tahap ini dapat berfungsi dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling tergantung satu sama lainnya dan mereka saling respek dalam berkomunikasi. Supervisor dari kelompok ini bersifat partisipatif. Keputusan penting justru banyak diambil oleh kelompok.

Tahap 5 – Adjourning dan Transforming
Ini adalah tahap yang terakhir dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap manapun ketika mereka mengalami perubahan (transforming). Misalnya jika ada review mengenai goal ataupun ada perubahan anggota kelompok.
Keunggulan dari teori ini adalah menjadi suatu pedoman dalam pembentukan suatu kelompok. Sementara itu keterbatasannya antara lain:
Model ini didesain untuk menjelaskan tahap-tahap yang terjadi pada kelompok dengan ukuran kecil.Pada kenyataannya, proses kelompok tidak linear seperti penjelasan pada teori Tuckman, namun lebih bersifat siklus.
Karakteristik tiap tahap tidak selalu saklek seperti itu. Karena model ini berkaitan dengan perilaku manusia, maka kadang tidak jelas ketika sebuah kelompok berpindah dari satu tahap ke tahap lainnya. Mungkin saja terjadi tumpang tindih antar tahap tersebut.
Model ini tidak memperhitungkan peranan yang harus diambil individu dalam kelompok
Tidak ada pedoman mengenai jangka waktu mengenai perpindahan dari satu tahap ke tahap lainnya.

KEKUATAN TEAM WORK

Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya.Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandengan tangan untuk menyelesaikan pekerjaan.Bisa jadi satu orang tidak ahli dalam pekerjaan ini,namun dapat dikerjakan oleh tim lain.Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim,beban dibagi untuk kepentingan bersama.Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork.Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini.Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim diatas segalanya.
Berikut poin teamwork yang baik:
-Teamwork adalah kerjasama dalam tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan
-Filosofi teamwork “Saya mengerjakan apa yang anda tidak bisa dan anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa”
-Ketika berada dalam teamwork segala ego harus ditiadakan.
-Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing,target pasti akan terwujud.
-Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama bukan individual.
-Saling pengertian terhadap sifat masing-masing dalam anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
-Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar tidak terjadi perselisihan antar anggota
Sumber : https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/kekuatan-team-work-implikasi-manajerial/ 


 IMPLIKASI MANAJERIAL

 I Implikasi manajerial adalah untuk meningkatkan efektifitas teamwork dalam sebuah perusahaan memerlukan teamwork yang baik antara bagian dan divis dalam perusahaannya tersebut,agar perusahaan dapat berkembang dan bergerak maju dengan lebih cepat.Implikasi dalam hal pembentukan kelompok sangat terlihat pada pembentukan team work pada suatu perusahaan.Perusahaan dapat  mengefektifkan dan mengefisiensikan proses operasional usaha mereka melalui teamwork.Pemimpin perusahaan juga dapat lebih mudah  dalam mengontrol tenaga kerja mereka sehingga dapat memberikan apresiasi sesuai dengan hasil pencapaian team work.
 Teori Managerial Grid,teori ini dikemukakan oleh Robert K.Blake dan Jane S.Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan,yaitu “concem for people” dan “concem for production”.Pada dasarnya teori managerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan  yang didasarkan atas dua aspek tersebut yaitu:
Improvised artinya pemimpin menggunakan saha paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi
Country Club artinya kepemimpinan didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan kebutuhn individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen.
Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi.
Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara ugas dan hubunngan manusiawi yang artinya bahwa kinerja organisasi yang mencukupi melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.

SUMBER:
-Rivai,Veithzal.(2004).Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi.Jakarta.Rajawali Pers.
-Robbins,StephenP.(2006).Organizational Behaviour (tenth edition).New Jersey: Prentice Hall Inc.Alih bahasa:Molan,Benyamin. (2006).Perilaku Organisasi (edisi ke-10).Jakarta:Indeks.

Tugas Teori Organisasi umum

Materi pertemuan 1&2 Komunikasi  Teori Organisasi Umum 2#
Kasus:Konferensi Nasional ISKI Angkat Masalah Komunikasi di Indonesia
Nama: FAHMI DIRGANTARA 2KA24 13114777
SUMBER: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/10/09/153618826/Konferensi.Nasional.ISKI.Angkat.Masalah.Komunikasi.di.Indonesia

Konferensi Nasional ISKI Angkat Masalah Komunikasi di Indonesia

Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) akan menggelar Konferensi Nasional Komunikasi (KNK) 2015 di Solo, 11-13 Oktober 2015 dengan tema "Kedaulatan Komunikasi: Konsep, Kerangka Kerja, Kreativitas Karya Kaya Kultur".
Tema dalam konferensi tersebut didasari pentingnya kedaulatan komunikasi yang memiliki karakter bangsa yang kuat dan kreatif, di tengah era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
"Kegiatan KNK adalah kontribusi nyata para akademisi dan praktisi komunikasi bagi kedaulatan komunikasi di Indonesia," kata Dr. Leila Mona Ganiem, M.Si sebagai Ketua Panitia Konferensi Nasional Komunikasi ISKI 2015 dalam keterangan persnya.
Ia mengatakan, KNK 2 ISKI 2015 merupakan inisiatif insan komunikasi terhadap persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini khususnya dalam berkomunikasi.
Sebagai contoh kemunculan internet yang saat ini menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi ini merupakan target dari ekspansi dan kolonisasi berikutnya dari modal besar atau dari perusahaan mainstream media yang dimiliki oleh sejumlah konglomerasi industri media.
Selain itu, dalam bidang politik, elite bertengkar di ruang publik, saling menyerang, dengan berusaha mencari kesalahan lawan. Komunikasi politik yang dibangun oleh elite bukan menjadi pendidikan politik namun sebaliknya, membuat warga semakin muak dengan politik. Bahkan ada elite yang sering berkata-kata tak sopan, kasar di hadapan publik.
Di bidang media massa terutama televisi, pengelola memilih tayangan dengan mendewakan
rating tinggi namun minim edukasi bagi publik. Mereka cenderung mementingkan pencarian
keuntungan walau kontennya tak mendidik.
Acara yang akan dihadiri oleh ratusan akademisi dan praktisi di di bidang komunikasi dari
seluruh Indonesia, akan dibuka dengan Jalan Bareng Komunikasi pada Minggu pagi (11/10/2015) yang diikuti oleh para akademisi komunikasi dan warga. Kemudian dilanjutkan dengan Workshop Jurnal pada siang hari.
Dalam pembukaan Konferensi Nasional Komunikasi, Senin (12/10/2015), Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia Rudiantara serta Menteri Perhubungan Ignasius Jonanakan hadir sebagai keynote speaker. Dalam acara Malam Anugerah Komunikasi yang dijadwalkan pada hari yang sama. Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia Rudiantara dan ISKI akan memberikan penghargaan komunikasi kepada sejumlah tokoh yang dinilai memberi contoh yang baik dalam berkomunikasi.